Seragam Ketiga Manchester City 2025-26: Kontroversial atau Kreatif?

Bagikan

Manchester City memperkenalkan seragam ketiga untuk musim 2025-26 dengan konsep yang tak biasa: hujan khas Manchester. Seragam ini didominasi warna abu-abu baja, menyerupai langit mendung kota tersebut, dengan grafis tetesan air hujan yang memberikan kesan “basah kuyup.” Dibawah ini anda akan melihat informasi mengenai sepak bola menarik hari ini yang telah dirangkum oleh .

Seragam-Ketiga-Manchester-City-2025-26-Kontroversial-atau-Kreatif

Desain ini dilengkapi dengan trim hijau neon yang mencolok, menciptakan kontras visual yang kuat. Lambang klub juga mengalami modifikasi, menampilkan gradasi biru ke hijau yang mengingatkan pada tetesan air di jendela. Selain itu, di bagian dalam leher terdapat motto “Hujan atau Cerah,” memperkuat tema cuaca Manchester yang tak menentu.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Meskipun konsepnya unik, seragam ini menuai pro dan kontra. Sebagian penggemar menganggapnya sebagai desain berani yang mencerminkan identitas kota, sementara yang lain menilainya sebagai salah satu seragam terburuk dalam sejarah sepak bola.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Manchester dan Budaya Hujan dalam Sepak Bola

Manchester dikenal sebagai salah satu kota terbasah di Inggris dengan curah hujan tahunan rata-rata 86,7 cm. Meski tidak sebasah kota seperti Glasgow (1.370 cm) atau Cardiff (120,3 cm), hujan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan warga Manchester, termasuk dalam budaya sepak bola.

Legenda Manchester City, Sergio Aguero, pernah bercanda tentang adaptasinya dengan cuaca Manchester. “Jika saya tidak tahan dengan hujan, saya pasti sudah pergi lebih awal,” ujarnya saat meninggalkan klub pada 2021. Pernyataan ini menunjukkan betapa hujan telah menjadi simbol ketangguhan bagi pemain dan fans.

Seragam ini bukan sekadar kostum, melainkan bentuk penghormatan terhadap kondisi iklim yang kerap dijadikan bahan candaan sekaligus kebanggaan lokal. Bagi pendukung setia, desain ini mungkin akan menjadi simbol identitas yang kuat.

Baca Juga: Florian Wirtz Tak Tertekan dengan Banderol 100 Juta Pounds di Liverpool

Reaksi Publik dan Perbandingan dengan Seragam Kontroversial Lainnya

Reaksi-Publik-dan-Perbandingan-dengan-Seragam-Kontroversial-Lainnya

Seragam Manchester City ini langsung dibandingkan dengan beberapa desain kontroversial dalam sejarah Liga Premier. Salah satunya adalah seragam tandang Chelsea 1994 yang berwarna oranye menyala, serta seragam “kamuflase” abu-abu Manchester United 1996 yang dianggap gagal total.

Beberapa pengamat menyebut desain City kali ini berpotensi menjadi “kultus” seperti kedua seragam tersebut. Meski awalnya dikritik, seragam-seragam itu justru dikenang sebagai ikonik di kemudian hari. Apakah nasib serupa akan terjadi pada seragam basah Manchester City?

Respons di media sosial terbelah. Sebagian memuji kreativitas tim desain, sementara yang lain menganggapnya terlalu berlebihan. Namun, kontroversi justru bisa menjadi strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan penjualan merchandise.

Prospek Seragam Ini di Lapangan dan Pasar Global

Dari segi performa, seragam ini akan diuji ketika digunakan dalam pertandingan-pertandingan penting. Jika Manchester City meraih kemenangan besar dengan mengenakannya, persepsi publik mungkin akan berubah menjadi lebih positif.

Di pasar global, desain unik ini berpotensi menarik perhatian kolektor dan penggemar fashion sepak bola. Kolaborasi antara olahraga dan seni kontemporer semakin populer, dan seragam ini bisa menjadi contoh sukses dari tren tersebut.

Terlepas dari pro-kontra, yang pasti seragam ini telah berhasil menjadi pembicaraan. Manchester City sekali lagi membuktikan keberaniannya dalam bereksperimen dengan identitas visual, sekaligus merayakan karakter unik kota yang mereka wakili. Manfaatkan juga waktu luang anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang berita sepak bola terupdate lainnya hanya dengan klik goalball.tv.